Minggu, 06 September 2009

Berpetualang ke Pulau Samosir



PETUALANG SEJATI
Pengalaman yang amat baik dan menantang serta sambil menikmati keindahan pulau samosir, itulah perjalanan yang kami lakukan bersama teman-teman seprofesi. Pekerjaan kami melakukan survey di desa-desa di Kabupaten Samosir. Base camp kami di kota Pangururan. Ada 4 kecamatan yang kami survey, kecamatan Palipi, kecamatan Nainggolan, Kecamatan Onan runggu dan kecamatan Sitio - tio. mendaki gunung dan turun gunung adalah kegiatan kami sehari-hari untuk mencapai sekolah -sekolah yang kami survey. Sakit rasanya bila sebuah sekolah nun jauh diatas gunung karena selain perjalanan yang sulit, makan dan minumpun sangart sulit. Manis rasanya karena kami belum pernah melihat pemandangan dari atas gunung. kami beranggotakan lima orang, Abdul Sitanggang sebagai ketua tim yang punya anak buah 4 orang yaitu Arsenius Siagian, Amos Panggabean, Wellar Sinurat, Januarius Harianja. Sampai berita ini ditulis petualangan kami belum selesai. Puji Tuhan kami diberi keselamatan mudah-mudahan hingga selesainya pekerjaan kami ini tetap dalam lindungan Tuhan sampai selesai masa survey ini.




Rabu, 19 Agustus 2009


Kesederhanaan adalah Kekuatan Luar Biasa

Tidak sedikit orang yang mudah terpesona dengan hal-hal yang kompleks dan rumit. Dalam pikirannya, segala yang rumit atau kompleks, pastilah luar biasa, canggih, dan ‘wah’. Namun sayangnya kadang pandangan tersebut dibarengi dengan menganggap remeh hal-hal sederhana. Kesederhanaan dipandang hanya sebelah mata.

Apakah benar kesederhanaan itu tidak luar biasa dan powerful?

Menyadari betapa dunia saat ini sudah begitu kompleks merupakan satu kenyataan yang tak terbantahkan. Perkembangan teknologi dan komunikasi melesat begitu cepat. Teknologi-teknologi terbaru terus bermunculan.

Betul kalau sekarang dunia kita begitu kompleks. Namun, kerumitan tak seharusnya kemudian ditampilkan dengan wajah seadanya. Yang hebat menurut saya adalah mampu menjadikan segala hal yang begitu rumit menjadi jauh lebih sederhana. Agar siapapun bisa menikmatinya dengan nyaman.

Anda bisa lihat Google. Di balik kerumitan Google dalam proses pembuatannya, Google menawarkan hal yang sangat sederhana kepada para penggunanya. Bila anda ingin mencari sesuatu, anda cukup mengetikkan kata yang dicari, dalam sepersekian detik hasil pencarian langsung muncul.

Kemudahan dan kesederhanaan Google membuatnya menjadi search engine nomor satu di dunia. Kesederhanaan Google itu pula yang menjadi trend-setter di kalangan search engine lain. Dan menjadikan “simplicity web” sebagai falsafah acuan bagi para pembuat situs web di dunia.

Bukan hanya dalam desain dan isi (content) web, bahkan dalam jiwa Google, kekuatan kesederhanaan itu begitu kuat merasuk. Sehingga produk-produk keluaran Google selalu memancarkan kekuatan kesederhanaan itu.

Karena memang seperti yang juga saya yakini: kesederhanaan adalah kekuatan yang luar biasa.

Sederhana membuat kita fokus.
Sederhana membuat hidup kita lebih simpel.
Sederhana membuat hidup lebih seimbang.
Sederhana membuat tindakan kita lebih efektif dan efisien.
Sederhana membuat hidup anda lebih mudah.

Anda pun bisa mulai hidup yang sederhana namun luar biasa. Mulai dari pikiran anda detik ini juga. “Rapikan pikiran anda. Carut marut pikiran, urai dan aturlah kembali. Dan rasakan hasilnya. Anda akan bisa berpikir jauh lebih jelas!”

Kesederhanaan. Itulah kata kunci yang menjadi rahasia bisnis internet saya selama ini. Berkat kesederhanaannya, FormulaBisnis menjadi satu-satunya bisnis internet di Indonesia yang bertahan lebih delapan tahun dan terus berkibar.

Mulailah bisnis internet anda dengan cara sederhana. Cukup tiga langkah. Anda memiliki produk, membuat situs web, dan mengalirkan traffic. Maka bisnis internet anda sudah berjalan.

Mengapa kita harus membuatnya menjadi rumit bila yang sederhana terbukti berhasil? Bagaimana pendapat anda?

Minggu, 16 Agustus 2009

DIRGAHAYU RI 17-08-1945 ---- 17-08-2009

MERDEKA MERDEKA MERDEKA MERDEKA

Dirgahayu bangsaku yang ke 64

Merdeka, kata yang sangat indah, merdeka kata yang bergema di seluruh bumi persada Indonesia, Bangsaku, negeriku, tanah tumpah darahku. Merdeka, yang telah diperjuangkan para Pahlawan negeri ini, yang menghantar negeri ini menjadi negara yang cukup diperhitungkan di Dunia. Trimakasihku kepada para Pahlawan negeri ini, hormatku kepada para pejuang-pejuang kemerdekaan.

Indonesiaku, 64 tahun kini engkau terbebas dari penjajahan, 64 tahun kini engkau menikmati darah pejuang kemerdekaan. Indonesiaku, negeriku tercinta, merah putih lambang kehormatanmu, merah putih berdiri tegak diseluruh Dunia pertanda Indonesia yang telah merdeka. Dirgahayu Indonesiaku.

Indonesiaku, beragam suku, agama, adat,wilayah, namun tetap satu yaitu Indonesia. walau banyak gangguan, engkau tetap maju melanjutkan cita-cita para pejuang kemerdekaan. Merdeka !!!

Sukarno-Hatta, Suharto, B.J.Habib
ie, Gus Dur, Megawati Sukarno Putri, Susilo Bambang Yudoyono, Para pemimpin Indonesiaku, pahit, getir, senang, menangis, tertawa, bercampur aduk didalam perjalanan negeriku ini. Tak satupun para pemimpin ini yang tidak menjanjikan demi kemakmuran rakyat negeri ini. Semua para pemimpin negeri ini telah berjuang dengan segala kemampuannya untuk menghantar "Indonesia ku " menuju kemakmuran, menuju kemerdekaan, menuju kesejahteraan rakyat. Merdeka !!!

Negeri ku, Rakyat ku, Suku ku, Agama ku, Kebudayaan ku, bersatu di dalam satu kata "INDONESIA". Negeri ibu pertiwi, negeri impian semua bangsa di seluruh dunia. Semua bangsa di Dunia menatapmu dengan baik dan menginginkanmu menjadi sahabat negara-negara lain. Merdeka !!!

Negeri ku, tanah tumpah darahku, negeri ibu pertiwi, terharu,melihat rakyat sangat menderita. Kemerdekaan seakan tinggal nama dan kenangan indah. Darah para pejuang tidak lagi hidup dan mengalir di negeriku. Semangat Pejuang kemerdekaan telah terkubur mengikuti jasadnya. Rakyat negeri ini menangis tanpa berkata-kata, kemerdekaan seakan tidak ada lagi di bumi negeriku ini.

Quo Vadis Negeri ku, Indonesia Raya ku ?

Pendidikan, Tidak, Merdeka !
Kesehatan, Tidak, Merdeka !
Perumahan, Tidak, Merdeka !
Pekerjaan, Tidak, Merdeka !

.................., Tidak, Merdeka !
.................., Tidak, Merdeka !
.................., Tidak, Merdeka !

.................., Tidak, Merdeka !


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA



Sabtu, 15 Agustus 2009

HARGAILAH KEHIDUPAN

Pada kehamilan muda (dibawah 1 bulan)

Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut.


Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)


Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bag ian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di remukkan dan seluruh bag ian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.

Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bag ian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan.


Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)


Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bag ian tubuhnya sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk dengan baik.

Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.

Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)

Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini bahwa pembunuhan keji telah terjadi.

Semua proses ini sering kali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan.

Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak manusiawi. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.

Jumat, 14 Agustus 2009

AKU MILIK TUHAN KAMU MILIKKU


Tuhan, Engkau ada dimana, Engkau temanku yang selalu memberiku tempat untuk melepaskan lelah ini. Engkau melindungiku disaat aku tertidur lelap. Tuhan, Engkau ada dimana, Engkau sahabatku yang paling setia dan tidak pernah menghianatiku. Tuhan, Aku milik-Mu, Kamu milik-Ku. Bumi alasku tidur ciptaan-Mu, membuatku terasa teduh, kusandarkan diriku di bebatuan untuk melepaskan lelah ini. Tuhan, Engkau dimana, aku haus, aku lapar, aku lemah dan tidak berdaya. Kemana aku mencari Engkau ? Siapakah saudaraku, siapakah yang dapat menolongku. Tiada yang dapat memberiku sesuap nasi, tidak ada dapat memberiku tumpangan. Tuhan, Engkau ada dimana. Aku milik-Mu dan Kamu milik-Ku


Kamis, 13 Agustus 2009

AKU BUKAN KAMU

Aku dilahirkan untuk menghiasi cakrawala dunia ini. Alam kerahiman membuat aku jadi manusia, Alam kenistaan menjadi habitatku. Namun bukan kenistaan ini yang membuatku begini. Perjalanan panjang akan kuhadapi dengan penuh semangat dan perjuangan yang tatkala menyerah. Kesederhanaan kelahiranku membuat motifasiku untuk selalu berjuang menyisir lorong-lorong dunia ini. Beribu terimaksihku kepada kedua orang tuaku yang telah membuat aku terlahir kedunia ini. Namun mereka tidak menginginkan aku menjadi seperti ini. Kemewahan yang kulihat sepanjang perjalanan sangat menyakitkan hati ini. Kebahagiaan teman-teman se usiaku sangat memilukan jiwaku. Namun apadayaku, perjuangan kedua orang tuaku sangat berat dan tidak dapat membangkitkan kehidupanku. Dengan bermodalkan nyawa ini aku selalu berjalan kesana-kemari untuk mengutip rezeki yang tidak jelas keberadaannya. Kehampaan yang kuhadapi memberikan aku akan makna kehidupan yang sebenarnya. Berbahagialah kamu.