
Minggu, 06 September 2009
Berpetualang ke Pulau Samosir

Rabu, 19 Agustus 2009
Minggu, 16 Agustus 2009
DIRGAHAYU RI 17-08-1945 ---- 17-08-2009
MERDEKA MERDEKA MERDEKA MERDEKADirgahayu bangsaku yang ke 64
Indonesiaku, 64 tahun kini engkau terbebas dari penjajahan, 64 tahun kini engkau menikmati darah pejuang kemerdekaan. Indonesiaku, negeriku tercinta, merah putih lambang kehormatanmu, merah putih berdiri tegak diseluruh Dunia pertanda Indonesia yang telah merdeka. Dirgahayu Indonesiaku.
Indonesiaku, beragam suku, agama, adat,wilayah, namun tetap satu yaitu Indonesia. walau banyak gangguan, engkau tetap maju melanjutkan cita-cita para pejuang kemerdekaan. Merdeka !!!
Sukarno-Hatta, Suharto, B.J.Habibie, Gus Dur, Megawati Sukarno Putri, Susilo Bambang Yudoyono, Para pemimpin Indonesiaku, pahit, getir, senang, menangis, tertawa, bercampur aduk didalam perjalanan negeriku ini. Tak satupun para pemimpin ini yang tidak menjanjikan demi kemakmuran rakyat negeri ini. Semua para pemimpin negeri ini telah berjuang dengan segala kemampuannya untuk menghantar "Indonesia ku " menuju kemakmuran, menuju kemerdekaan, menuju kesejahteraan rakyat. Merdeka !!!
Negeri ku, Rakyat ku, Suku ku, Agama ku, Kebudayaan ku, bersatu di dalam satu kata "INDONESIA". Negeri ibu pertiwi, negeri impian semua bangsa di seluruh dunia. Semua bangsa di Dunia menatapmu dengan baik dan menginginkanmu menjadi sahabat negara-negara lain. Merdeka !!!
Negeri ku, tanah tumpah darahku, negeri ibu pertiwi, terharu,melihat rakyat sangat menderita. Kemerdekaan seakan tinggal nama dan kenangan indah. Darah para pejuang tidak lagi hidup dan mengalir di negeriku. Semangat Pejuang kemerdekaan telah terkubur mengikuti jasadnya. Rakyat negeri ini menangis tanpa berkata-kata, kemerdekaan seakan tidak ada lagi di bumi negeriku ini.
Quo Vadis Negeri ku, Indonesia Raya ku ?
Pendidikan, Tidak, Merdeka !
Kesehatan, Tidak, Merdeka !
Perumahan, Tidak, Merdeka !
Pekerjaan, Tidak, Merdeka !
.................., Tidak, Merdeka !
.................., Tidak, Merdeka !
.................., Tidak, Merdeka !
.................., Tidak, Merdeka !
Sabtu, 15 Agustus 2009
HARGAILAH KEHIDUPAN
Pada kehamilan muda, dimana usia janin masih sangat kecil, aborsi dilakukan dengan cara menggunakan alat penghisap (suction). Sang anak yang masih sangat lembut langsung terhisap dan hancur berantakan. Saat dikeluarkan, dapat dilihat cairan merah berupa gumpalan-gumpalan darah dari janin yang baru dibunuh tersebut.
Pada kehamilan lebih lanjut (1-3 bulan)
Pada tahap ini, dimana janin baru berusia sekitar beberapa minggu, bagian-bag ian tubuhnya mulai terbentuk. Aborsi dilakukan dengan cara menusuk anak tersebut kemudian bagian-bagian tubuhnya dipotong-potong dengan menggunakan semacam tang khusus untuk aborsi (cunam abortus). Anak dalam kandungan itu diraih dengan menggunakan tang tersebut, dengan cara menusuk bagian manapun yang bisa tercapai. Bisa lambung, pinggang, bahu atau leher. Kemudian setelah ditusuk, dihancurkan bagian-bagian tubuhnya. Tulang-tulangnya di remukkan dan seluruh bag ian tubuhnya disobek-sobek menjadi bagian kecil-kecil agar mudah dikeluarkan dari kandungan.
Dalam klinik aborsi, bisa dilihat potongan-potongan bayi yang dihancurkan ini. Ada potongan tangan, potongan kaki, potongan kepala dan bagian-bag ian tubuh lain yang mungil. Anak tak berdosa yang masih sedemikian kecil telah dibunuh dengan cara yang paling mengerikan.
Aborsi pada kehamilan lanjutan (3 sampai 6 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah semakin besar dan bagian-bag ian tubuhnya sudah terlihat jelas. Jantungnya sudah berdetak, tangannya sudah bisa menggenggam. Tubuhnya sudah bisa merasakan sakit, karena jaringan syarafnya sudah terbentuk dengan baik.
Aborsi dilakukan dengan terlebih dahulu membunuh bayi ini sebelum dikeluarkan. Pertama, diberikan suntikan maut (saline) yang langsung dimasukkan kedalam ketuban bayi. Cairan ini akan membakar kulit bayi tersebut secara perlahan-lahan, menyesakkan pernafasannya dan akhirnya setelah menderita selama berjam-jam sampai satu hari bayi itu akhirnya meninggal. Selama proses ini dilakukan, bayi akan berontak, mencoba berteriak dan jantungnya berdetak keras. Aborsi bukan saja merupakan pembunuhan, tetapi pembunuhan secara amat keji. Setiap wanita harus sadar mengenai hal ini.
Aborsi pada kehamilan besar (6 sampai 9 bulan)
Pada tahap ini, bayi sudah sangat jelas terbentuk. Wajahnya sudah kelihatan, termasuk mata, hidung, bibir dan telinganya yang mungil. Jari-jarinya juga sudah menjadi lebih jelas dan otaknya sudah berfungsi baik. Untuk kasus seperti ini, proses aborsi dilakukan dengan cara mengeluarkan bayi tersebut hidup-hidup, kemudian dibunuh. Cara membunuhnya mudah saja, biasanya langsung dilemparkan ke tempat sampah, ditenggelamkan kedalam air atau dipukul kepalanya hingga pecah. Sehingga tangisannya berhenti dan pekerjaan aborsi itu selesai. Selesai dengan tuntas hanya saja darah bayi itu yang akan mengingatkan orang-orang yang terlibat didalam aborsi ini bahwa pembunuhan keji telah terjadi.
Semua proses ini sering kali tidak disadari oleh para wanita calon ibu yang melakukan aborsi. Mereka merasa bahwa aborsi itu cepat dan tidak sakit, mereka tidak sadar karena dibawah pengaruh obat bius. Mereka bisa segera pulang tidak lama setelah aborsi dilakukan.
Benar, bagi sang wanita, proses aborsi cepat dan tidak sakit. Tapi bagi bayi, itu adalah proses yang sangat mengerikan, menyakitkan, dan benar-benar tidak manusiawi. Kematian bayi yang tidak berdosa itu tidak disaksikan oleh sang calon ibu. Seorang wanita yang kelak menjadi ibu yang seharusnya memeluk dan menggendong bayinya, telah menjadi algojo bagi anaknya sendiri.
- Wanita – Wanita yang Terbunuh karena Abosi
- Resiko Aborsi
- Kejahatan Aborsi
Jumat, 14 Agustus 2009
AKU MILIK TUHAN KAMU MILIKKU




